manusia itu...aneh.


kadang-kadang gw gak ngerti sama apa yang sebenernya dibutuhkan (ataupun membutuhkan) manusia. bla3 bla2, karena manusia makhluk sosial, jadi jawabannya adalah manusia lain.

tapi berhubungan sama kebutuhan antar manusia(seperti yang pernah gw baca di http://darwintanzil.blogspot.com), gw jadi sedikit bingung…terutama, kebutuhan terkait hubungan eksploitatif satu sama lain. simbiosis, baik yang mutualisme maupun parasitisme.

contoh: lagi galau soal orang yang bernama x, tapi sedih karena dia cuma speak up kalo lagi butuh pertolongan aja. kita lalu bilang “ah, si x nyari gw cuma kalo ada butuhnya doang! bego amat gw mau dimanfaatin,” but you’re still and will always be there for him anyway. kenapa? karena on the other hand ketika orang tersebut ga nyari kita lagi, kita akan merasa useless, and useless is like one of the worst feeling(s) on earth. pertanyaan gw #1: apakah justru kita harus merasa bersyukur karena orang tersebut membebaskan kita dari rasa ke-tidak berguna-an? atau sebaliknya malah harus menghindar, karena possibly kita bisa melepas rasa ke-tidak berguna-an itu on something else selain memenuhi kebutuhan orang tersebut, jadi ga merasa dimanfaatkan?

frankly speaking, this happens to me a lot. contoh lain: when people put on a high-expectation (alias overestimate), gw merasa tertekan. tapi ini nggak berlaku vice versa. ketika gw di low-expect (alias underestimate), gw merasa kesel dan pengen buktiin ke orang tersebut kalo gw ga sebodoh itu. atas kerancuan ini, kalo kalian bilang solusinya adalah “sebaiknya dianggap biasa-biasa aja”, I assume that basically nobody wants to be seen as just ordinary. semua orang pengen punya sesuatu yang beda dari orang lain. buktinya ketika seseorang komentar tentang lo, misal: “oh, kalo dia sih, biasa aja” sedikit-banyak akan ada rasa sedih…errr. pertanyaan gw #2: is this normal or is this just me?

makin dipikir, makin ga nemu jawabannya. maaf, random.
*oh just another crap throughout my page, cya* :|

0 comments: